Aksi Nyata - Budaya Positif
Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Tujuan dari pelaksanaan Program Guru Penggerak antara lain untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Peserta Didik. Untuk menjadi guru penggerak, harus mengikuti tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari proses seleksi yaitu administrasi,,tes bakat skolatik, tes mengajar, dan tes wawancara . Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti serangkaian pelatihan selama sembilan bulan yang meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan. Berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara yang menghadirkan tiga kata kunci yang perlu diterapkan bagi seorang guru, yaitu teladan, motivasi, dan berdaya atau merdeka inilah yang menjadi pedoman bagi saya dalam melaksanakan tugas sebagai guru. Guru Penggerak harus memberikan dampak kepada guru-guru lain serta dampak kepada sekolahnya. Seorang guru bukan hanya dituntut untuk mengajar materi guna mencapai kompetensi pembelajaran dan mengutamakan kognitif Peserta Didik saja tetapi menggali potensi diri Peserta Didik untuk pembentukan karakter. Untuk itu saya melatih murid agar berani untuk menyampaikan ide atau gagasan dengan membuat suatu kesepakatan kelas, dengan begitu peserta didik dapat membuat kesepakatan yang harus dilaksanakan bersama sebagai aturan selama proses belajar berlangsung. Suasana belajar yang menyenangkan berdampak pada kondisi psikologi Peserta Didik. Peserta Didik lebih bisa berkonsentrasi dan aktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Aksi nyata budaya positif secara lengkap dapat dilihat disini
