Jumat, 28 Agustus 2020

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

     Metode Penyelesaian SPLDV merupakan salah satu cabang dari sistem persamaan linier. SPLDV merupakan kependekan dari Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Lalu apakah yang di maksud dengan SPLDV ? Dan bagaimanakah metode penyelesaiannya ?

A.   SPLDV

Sebelum kita mempelajari lebih mendalam tentang bagaimana metode penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel, maka langkah pertama kita harus memahami bentuk umum spldv, pengertian, ciri – ciri dan hal – hal yang berhubungan dengan materi spldv (sistem persamaan linier variabel), dan nanti akan dibahas secara lengkap 4 metode spldv.

SPLDV adalah suatu sistem persamaan atau bentuk relasi sama dengan dalam bentuk aljabar yang memiliki dua variabel dan berpangkat satu dan apabila digambarkan dalam sebuah grafik maka akan membentuk garis lurus. Dan karena hal ini lah maka persamaan ini di sebut dengan persamaan linier.

 

Ciri – Ciri SPLDV

1.    Menggunakan relasi tanda sama dengan ( = )

2.    Memiliki dua variabel

3.    Kedua variabel tersebut memiliki derajat satu ( berpangkat satu )

 

Hal – hal Yang Berhubungan Dengan SPLDV

a. Suku

Suku yaitu bagian dari suatu bentuk aljabar yang terdiri dari variabel, koefisien dan konstanta. Dan setiap suku di pisahkan dengan tanda baca penjumlahan ataupun pengurangan

Contoh :

6x – y + 4 , maka suku – suku dari persamaan tersebut adalah 6x , -y dan 4

b. Variabel

Variabel , yaitu peubah atau pengganti suatu bilangan yang biasanya dilambangkan dengan huruf seperti x dan y .

Contoh :

Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk.

Jika dituliskan dalam bentuk persamaan adalah

Nanas = x

Jeruk = y

Persamannya adalah 2x + 5y

c. Koefisien 

Koefisien yaitu suatu bilangan yang menyatakan banyaknya suatu jumlah variabel yang sejenis. Koefisien disebut juga dengan bilangan yang ada di depan variabel, karena penulisan sebuah persamaan koefifien berada di depan variabel

Contoh :

Mika memiliki 2 buah nanas dan 5 buah jeruk. Jika di tulis dalam bentuk persamaan adalah :

Jawab :

Nanas = x dan Jeruk = y

Persamannya adalah 2x + 5y

Dimana 2 dan 5 adalah koefisien. Dan 2 adalah koefisien x dan 5 adalah koefisien y

d. Konstanta 

Konstanta yaitu bilangan yang tidak diikuti dengan variabel, maka nilainya tetap atau konstan untuk berapapun nilai perubahnya

Contoh :

2x + 5y  + 7 , dari persamaan tersebut konstanta adalah  7 , karena 7 nilainya tetap dan tidak terpengaruh dengan berapapun variabelnya

Itulah beberapa hal yang berhubungan tentang bentuk umum spldv untuk kita pahami sebelum kita memahami tentang rumus SPLDV.

 

Syarat Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dapat memiliki satu penyelesaian, yaitu :

1.    Ada lebih dari satu atau ada dua persamaan linier dua variabel sejenis

2.    Persamaan linier dua variabel yang membentuk sistem persamaan linier dua variabel, bukan persamaan linier dua variabel yang sama

Jadi kedua syarat ini wajib bisa terpenuhi sebelum kita menghitung persamaan linier dua variabel.

Metode Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Dua Variabel 

 

Untuk menyelesaikan cara menghitung SPLDV (sistem persamaan linier dua variabel) maka dapat diselesaikan dengan 4 metode berikut ini :

1.    Metode Grafik

2.    Metode Eliminasi

3.    Metode Substitusi

4.    Metode Gabungan (Subsitusi dan Eliminasi)

 

Untuk lebih jelas tentang ke-4 metode diatas, silakan kalian lihat pada video pembelajaran berikut: 


  demikian penjelasan dan contoh soal  mengenai SPLDV, silakan kalian pilih diantara ke-4 metode diatas mana yang menurut kalian paling efektif dan efisien ?

jangan lupa perbanyak latihan soal .... semangat.

Rabu, 26 Agustus 2020

JARAK TITIK KE TITIK DALAM RUANG

 Jalan berkelok kelok tawang mangu yang indah mempesona - YouTube

    JARAK TITIK KE TITIK DALAM RUANG


    1.    Pengertian Jarak titik ke titik

Jika Anda bersepeda melewati kelok sembilan seperti pada gambar 1 dari A ke B , tentu Anda menempuh rute yang cukup panjang. Rute yang Anda tempuh tersebut disebut dengan lintasan dari A ke B. Sedangkan jika di tarik garis dari A ke B maka panjang garis itu merupakan jarak kedua titik A dan B.



Sebuah kondisi lagi yang dapat dijadikan bahan pemahaman tentang jarak adalah jika muncul pertanyaan: “Mengapa waktu tempuh yang dibutuhkan oleh pesawat terbang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mobil jika keduanya berangkat dari Manokwari menuju Bintuni?, 

hal ini tentunya ada pengaruh lintasan yang dilalui oleh kedua kendaraan tersebut, dimana pesawat dapat melintas menurut garis lurus dengan kecepatan yang relatif konstan, sementara mobil harus melalui lintasan yang berliku-liku banyak tanjakan dan turunan sehingga lintasannya menjadi lebih panjang dan kecepatannyapun berubah-ubah, kadang-kadang cepat dan kadang-kadang lambat. Dari kondisi tersebut lintasan terpendek yang dilalui pesawat dari Manokwari ke Bintuni merupakan jarak kedua kota tersebut. Selanjutnya Anda akan mempelajari tentang jarak dari titik ke titik.